Nandi bear

Ringkasan
Beruang Nandi adalah kriptid dari Afrika Timur yang dinamai menurut orang Nandi di Kenya barat; ia digambarkan sebagai pemangsa malam yang ganas, tetapi para ilmuwan meragukan keberadaannya.
The Nandi bear is a cryptid from East Africa named after the Nandi people of western Kenya; it is pictured as a fierce night-time predator, though scientists doubt that it exists.
Kisah dan tradisi
Beruang Nandi adalah kriptid yang konon hidup di Afrika Timur. Namanya berasal dari orang Nandi di Kenya barat, wilayah tempat makhluk ini dilaporkan, dan ia juga disebut chemosit, chimiset, kerit, chimit, kikambungure, duba, atau sabroukoo. Nkampit dari orang Samburu tampaknya merupakan versi makhluk yang sama. Penggambarannya adalah karnivora ganas bertubuh kuat dengan bahu depan tinggi. Menurut cerita yang saling cocok, hewan ini cukup besar, kadang berdiri dengan kaki belakang, aktif di malam hari, dan membunuh manusia maupun hewan. Legenda setempat menambahkan bulu kemerahan, kaki panjang, kebiasaan menguliti kepala korban, bahkan hanya memakan otaknya. Sebuah tulisan dalam jurnal sejarah alam menyebut chemosit di antara hewan aneh yang dilaporkan dari British East Africa. Penulisnya hanya tahu satu kisah tentang hewan itu dibunuh, yaitu dari distrik Maraquet: sekelompok pria memasang boneka manusia di ambang pintu pondok dan menunggu di dalam sampai hewan itu datang. Ia menilai kisah-kisah di kalangan penduduk setempat setengah legenda dan tetap hidup karena kematian orang atau ternak yang tidak biasa, meski hewan itu punya nama lokal dan dikenal luas di kalangan orang Nandi. Para ilmuwan cenderung meragukan keberadaannya dan menganggap laporannya sebagai salah tafsir atas hewan yang sudah dikenal. Zoolog Reginald Innes Pocock mengaitkannya dengan dubuk tutul, sebagian orang menduga dubuk raksasa dari zaman es, dan pada 1930-an Louis Leakey membandingkannya dengan Chalicothere. Penulis jurnal tadi berpendapat chimiset sebenarnya gabungan dari sejumlah hewan.
The Nandi bear is a cryptid said to live in East Africa. It owes its name to the Nandi people of western Kenya, where sightings were reported, and it also goes by chemosit, chimiset, kerit, chimit, kikambungure, duba or sabroukoo. The Nkampit of the Samburu seems to be another form of the same creature. It is portrayed as a savage, heavily built meat-eater whose front shoulders stand high. The stories that agree make it a fairly large beast that sometimes rears on its hind legs, roams at night and kills both people and animals. Local legend adds reddish fur and long feet, says it scalps people, and even claims it eats nothing but the brain of its victims. A natural history journal paper lists the chemosit among the odd animals reported from British East Africa. Its author knew of only one tale of the beast being killed, from the Maraquet district: a group of men set a dummy man in a hut doorway and waited inside for the animal to come. He judged the local stories to be partly legend, sustained by unusual deaths of people or cattle, while noting that the creature had a native name and was widely known among the Nandi. Scientists generally doubt that it exists and treat the reports as known animals misread. Zoologist Reginald Innes Pocock linked it to the spotted hyena, others have proposed a giant ice-age hyena, and in the 1930s Louis Leakey compared it with the Chalicothere. The journal author mentioned above thought the chimiset was really a blend of several different animals.
Konteks budaya
Seorang penulis awal menilai kisah chemosit di kalangan penduduk setempat setengah legenda, yang terus hidup setiap kali ada orang atau ternak terbunuh dengan cara tidak biasa.
An early writer judged local chemosit stories to be half legendary, kept alive whenever people or cattle were killed in an unusual way.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Tradisi Afrika Timur (kelompok regional)
- Kawasan / Region
- Afrika
- Negara / Country
- Kenya, Tanzania
- Klasifikasi / Classification
- Cryptid
Nama lain / Alternate names
Chemosit, Chimiset, Kerit
Tahukah kamu? / Did you know?
Satu kisah menyebut beruang Nandi berhasil dibunuh setelah para pria memancingnya dengan boneka manusia di ambang pintu pondok.
One tale says a Nandi bear was killed after men lured it with a dummy man placed in a hut doorway.