giant frog

大蝦蟇

giant frog
Ilustrasi editorial · interpretasi artistik AI

Ringkasan

Katak puru raksasa adalah makhluk gaib dalam kumpulan cerita Jepang zaman Edo.

The giant toad is a supernatural creature in Edo-period Japanese tale collections.

Kisah dan tradisi

Katak puru raksasa (Ōgama) adalah makhluk gaib dalam kumpulan cerita Jepang zaman Edo. Cerita Ehon Hyaku Monogatari menempatkannya di pegunungan Suō, dan menyebut panjangnya sekitar 2,4 meter. Ia konon menarik burung dan serangga ke mulutnya melalui embusan seperti pelangi dan memakan ular pada musim panas. Kisah lain, dari kumpulan Hokuetsu Kidan, menuturkan bahwa benda yang dikira batu tempat seorang bernama Fujita duduk membuka mata merah seperti api dan menguap, lalu lenyap; diduga itu katak puru raksasa. Katak puru raksasa juga muncul dalam lakon kabuki tahun 1804 dan dalam gambar yang menunjukkan Jiraiya menungganginya atau katak itu muncul di belakang Takiyasha-hime. Pada sekitar Meiji 33, surat kabar Osaka memberitakan katak puru raksasa Gunung Shinoda dan sebuah tiruan katak ditampilkan di kuil. Tradisinya ditafsirkan berasal dari hewan liar pegunungan yang bisa sangat besar, serta dari anggapan bahwa katak menyedot serangga dan jiwa manusia.

The giant toad (Ōgama) is a supernatural creature in Edo-period Japanese tale collections. An Ehon Hyaku Monogatari tale places it in the mountains of Suō and gives it a length of roughly 2.4 metres. It is said to draw birds and insects into its mouth through a rainbow-like breath and to eat snakes in summer. Another tale, from the Hokuetsu Kidan collection, relates that the thing taken for a rock on which a man named Fujita sat opened fire-red eyes and yawned, then vanished; it was surmised to be a giant toad. Giant toads also appear in an 1804 kabuki play and in pictures showing Jiraiya riding one or one appearing behind Takiyasha-hime. Around Meiji 33, an Osaka newspaper reported on the giant toad of Mount Shinoda and a model toad was shown at a shrine. The tradition is interpreted as stemming from the sometimes very large wild animals of the mountains and from the notion that toads suck in insects and human spirit.

Konteks budaya

Para pengkaji menafsirkan bahwa tradisi katak puru raksasa muncul dari hewan liar pegunungan yang kadang sangat besar, dan bahwa katak dipandang gaib karena tampak menyedot serangga ke mulutnya.

Interpretations hold that giant-toad traditions arose from the sometimes very large wild animals of the mountains, and that toads were seen as uncanny because they appear to suck insects into their mouths.

Fakta utama

Budaya / Culture
Folklor & Mitologi Jepang
Kawasan / Region
Asia Timur
Klasifikasi / Classification
Yokai
Habitat
Mountain
Kemampuan / Abilities
Embusan seperti pelangi yang menyedot mangsa

Nama lain / Alternate names

Ōgama, 周防の大蟆 (Suō no Ōgama)

Makhluk terkait / Related beings

Lanjutkan