Karajishi

Ringkasan
Karajishi adalah sosok singa suci bergaya dalam seni Jepang dengan pengaruh Tiongkok.
Karajishi are stylized sacred lion figures of Japanese art with Chinese influence.
Kisah dan tradisi
Karajishi adalah sosok singa suci bergaya dalam seni Jepang dengan pengaruh Tiongkok. Mereka memiliki surai keriting, mata menonjol, kaki kuat, serta cakar atau taring berlebihan. Motif peoni umum, sedangkan konsep artistiknya dibedakan dari komainu dan shīsā. Kaitan Buddha menghubungkan singa dengan Shakyamuni, Monju, serta citra penjaga suci. Sebagai kata, karajishi berarti "binatang asing", untuk membedakan singa dari babi hutan dan rusa yang hidup di Jepang. Dalam seni, singa yang distilisasi ini terutama populer sejak zaman Momoyama dan banyak dilukis pada layar lipat, sekat, dan pintu geser fusuma. Karajishi juga menjadi nama lambang keluarga berbentuk singa, yang tercatat pada tahun 1687.
Karajishi are stylized sacred lion figures of Japanese art with Chinese influence. They have curled manes, prominent eyes, strong legs and exaggerated claws or fangs. Peony motifs are common, while the artistic concept is distinguished from komainu and shīsā. Buddhist associations connect lions with Shakyamuni, Monju and sacred guardian imagery. As a word, karajishi means "foreign beast", distinguishing the lion from the wild boar and deer of Japan. In art, this stylised lion became especially popular from the Momoyama period and was often painted on folding screens, partitions and fusuma sliding doors. Karajishi is also the name of a lion-shaped family crest, attested in 1687.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Folklor & Mitologi Jepang
- Kawasan / Region
- Asia Timur
- Klasifikasi / Classification
- Legendary Creature