Mami Wata

Ringkasan
Mami Wata adalah roh air, putri duyung, dan dewi dalam cerita rakyat berbagai wilayah Afrika, yang dikaitkan dengan kekayaan, kesuburan, dan kecantikan, serta dipuja hingga diaspora Atlantik.
Mami Wata is a water spirit, mermaid and goddess in the folklore of many parts of Africa, tied to wealth, fertility and beauty and honoured as far as the Atlantic diaspora.
Kisah dan tradisi
Mami Wata, juga disebut Mammy Water, adalah putri duyung, roh air, atau dewi dalam cerita rakyat Afrika Barat, Tengah, Timur, dan Selatan. Namanya berasal dari kata Inggris mother dan water dalam bahasa-bahasa kreol Afrika seperti Krio dan Naijá. Ia dipandang sebagai dewi kekayaan, kesuburan, penyembuhan, kebijaksanaan, dan kecantikan. Ia sering digambarkan sebagai perempuan berkulit terang dengan rambut panjang, yang menyukai benda-benda asing persembahan pemujanya. Ia dapat mengendalikan samudra dan sungai serta berubah wujud untuk memikat manusia. Kepercayaan di Liberia menyebut ia tinggal di istana bawah air dan kadang naik ke pantai untuk menyisir rambutnya dengan sisir emas; cermin menjadi lambangnya di tempat-tempat suci. Wataknya ambivalen seperti air: ia bisa menyembuhkan dan memberi hidup, tetapi juga merusak. Ia dapat menganugerahkan kekayaan, penglihatan masa depan, atau perjalanan sangat cepat, tetapi lelaki yang tidak setia kepadanya dikatakan kehilangan kekayaan dan jatuh sakit atau gila. Di kalangan Kpelle ia kadang berwujud laki-laki, kadang perempuan, dan beberapa tradisi mengenal pasangan laki-laki bernama Papi Wata. Para sarjana menelusuri asal-usulnya ke perjumpaan orang Eropa dan Afrika Barat pada abad ke-15, ketika gambaran putri duyung Eropa menjadi model awalnya; pada pertengahan abad ke-19 gambar pawang ular Nala Damajanti sangat memengaruhi ikonografinya. Barbara Paxson sebaliknya menempatkan asalnya di Amerika Latin. Di Afrika Tengah dikenal varian Mamba Muntu atau Mami Muntu, yang diidentifikasi sebagai putri duyung, buaya, atau ular. Mami Wata dipuja di sebagian Afrika dan diaspora Atlantik, misalnya oleh orang Fon dan Ewe serta dalam Voodoo Haiti, tetapi dijadikan setan oleh sebagian komunitas Kristen dan Islam. Sebagian sarjana mengaitkannya dengan roh air di Karibia dan Amerika Selatan seperti Lasirèn, dan sumber kedua mencatat bahwa di Brasil ia diidentikkan dengan Yemanja.
Mami Wata, also called Mammy Water, appears as a mermaid, water spirit or goddess in the folklore of Western, Central, Eastern and Southern Africa. Her name comes from the English words mother and water as used in African creoles such as Krio and Naijá. She is seen as a goddess of riches, fertility, healing, wisdom and beauty. She is usually pictured as a light-skinned woman with long hair who delights in foreign objects her devotees offer. She commands seas and rivers and changes form to charm people. Liberian belief places her in an underwater mansion from which she now and then comes ashore to comb her hair with a golden comb, and mirrors serve as her emblem in shrines. Her nature is two-sided like water itself, able to heal and give life yet also to destroy. She may bestow riches, foresight or unusually swift travel, but a man who breaks faith with her is said to lose his fortune and fall sick or go mad. Among the Kpelle she is sometimes male and sometimes female, and some traditions know a male counterpart called Papi Wata. Scholars link her beginnings to contact between Europeans and West Africans in the 15th century, when European mermaid images served as an early model; in the mid-19th century a picture of the snake charmer Nala Damajanti reshaped her iconography. Barbara Paxson, by contrast, locates her homeland in Latin America. Central Africa knows a variant, Mamba Muntu or Mami Muntu, identified as a mermaid, crocodile or snake. Mami Wata is venerated in parts of Africa and the Atlantic diaspora, for example by the Fon and Ewe and in Haitian Voodoo, but some Christian and Islamic communities have demonized her. Some scholars tie her to water spirits of the Caribbean and South America such as Lasirèn, and the second source notes that in Brazil she was identified with Yemanja.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Tradisi Afrika Barat (kelompok regional)
- Kawasan / Region
- Afrika
- Negara / Country
- Liberia, Angola, Democratic Republic of the Congo, Republic of the Congo, Brazil
- Era
- Origins traced to European-West African encounters in the 15th century; iconography changed in the mid-19th century
- Klasifikasi / Classification
- Spirit
- Habitat
- Water
- Kemampuan / Abilities
- Menguasai air, Berubah wujud, Anugerah persepsi
Nama lain / Alternate names
Mammy Water, Mami Wota, Mamba Muntu
Tahukah kamu? / Did you know?
Gambar seorang pawang ular bernama Nala Damajanti yang menyebar dari Eropa pada pertengahan abad ke-19 sangat membentuk citra Mami Wata.
An image of the snake charmer Nala Damajanti, spreading from Europe in the mid-19th century, strongly shaped Mami Wata's image.