Obayifo

Ringkasan
Obayifo adalah makhluk mirip vampir sekaligus penyihir dalam cerita rakyat Ashanti di Afrika Barat. Ia dipercaya menghuni tubuh manusia biasa, rakus akan makanan, dan memancarkan cahaya ketika berkeliaran di malam hari.
The obayifo is a vampire- and witch-like being of Ashanti folklore in West Africa. It is believed to dwell in the bodies of ordinary people, to crave food, and to give off light when it roams at night.
Kisah dan tradisi
Dalam cerita rakyat Ashanti, obayifo digambarkan sebagai makhluk yang menyerupai vampir dan penyihir. Mereka dianggap sangat umum dan dapat bersemayam di tubuh laki-laki maupun perempuan mana saja. Ciri yang disebut sumber adalah tatapan mata yang tidak tenang dan kegemaran berlebihan pada makanan. Ketika bepergian di malam hari, obayifo konon mengeluarkan cahaya berpendar dari ketiak dan duburnya. Makhluk ini disamakan dengan asiman dari orang Dahomey, yang dapat berubah wujud, terbang, menjelma bola cahaya, dan memburu mangsa di langit malam. Dalam bahasa Twi Ashanti, ilmu sihir disebut bayi, tetapi asal kata ini belum pasti; salah satu tafsiran memecahnya menjadi oba, anak, dan yi, menyingkirkan. Orang yang mempraktikkan bayi, kebanyakan perempuan, dipercaya berubah menjadi obayifo. Istilah ini dapat dipakai untuk kedua jenis kelamin, tetapi kadang dikhususkan bagi perempuan, sementara laki-laki disebut obansam.
In Ashanti folklore the obayifo is portrayed as a creature resembling both a vampire and a witch. They are thought to be very common and able to reside in the body of any man or woman. The sources single out restless, shifty eyes and an excessive craving for food. When travelling at night the obayifo is said to give off a glowing light from its armpits and anus. It is likened to the asiman of the Dahomey people, which can change shape, fly, become a ball of light and hunt prey in the night sky. In Ashanti Twi witchcraft is called bayi, but the word's origin is uncertain; one reading splits it into oba, child, and yi, to remove. People who practiced bayi, mostly women, were believed to turn into the obayifo. The term can cover both sexes but was sometimes reserved for women, with men called obansam instead.
Konteks budaya
Menurut artikel pertama, tafsiran nama sebagai "menyingkirkan anak" menyoroti kaitan erat antara kematian bayi, kesuburan, dan ilmu sihir dalam pandangan masyarakatnya.
According to the first article, reading the name as "to remove a child" highlights the close link drawn between infant mortality, fertility and witchcraft.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Tradisi Afrika Barat (kelompok regional)
- Kawasan / Region
- Afrika
- Klasifikasi / Classification
- Monster
Nama lain / Alternate names
Obansam
Tahukah kamu? / Did you know?
Obayifo dipercaya dapat bersemayam di tubuh laki-laki atau perempuan mana saja.
An obayifo is believed to be able to dwell in the body of any man or woman.