Mokele-mbembe

Ringkasan
Mokele-mbembe adalah makhluk penghuni air yang dipercaya hidup di Lembah Sungai Kongo. Sumber menggambarkannya sebagai makhluk reptil, roh, atau mirip sauropoda, dan ilmuwan meragukan keberadaannya.
The mokele-mbembe is a water-dwelling being believed to live in the Congo River Basin. Sources describe it as a reptilian creature, a spirit, or a sauropod-like animal, and scientists doubt it exists.
Kisah dan tradisi
Dalam beberapa mitologi Bantu, mokele-mbembe dikenal sebagai kriptid mitos penghuni air di Lembah Sungai Kongo. Artikel kedua menyebut nama itu berarti "sesuatu yang menahan aliran sungai" dalam bahasa Lingala. Ia digambarkan beragam sebagai makhluk reptil, roh, atau anggota garis keturunan sauropoda yang punah. Menurut tradisi rakyat, ia dikenal sebagai pemakan tanaman sebesar gajah atau kuda nil, tinggal di sungai dan rawa di sekitarnya. Beberapa legenda menyebut leher panjang, ekor, dan kepala kecil dengan warna cokelat keabu-abuan. Masyarakat desa Boha lebih menganggapnya makhluk tak berwujud daripada makhluk hidup. Laporan tertulis pertama yang disebut artikel pertama berasal dari Kapten Jerman Ludwig Freiherr von Stein zu Lausnitz, yang pada 1913 ditugaskan menyurvei koloni Jerman di wilayah yang kini bernama Kamerun. Menurut laporan yang dikutip, hewan itu berukuran sebesar gajah atau setidaknya kuda nil, tinggal di gua tepi sungai pada tikungan tajam, memakan tumbuhan, dan menyerang perahu yang mendekat. Sebagian besar pakar arus utama meyakini bahwa kisah itu kemungkinan terinspirasi badak hitam, dan sebagian besar ilmuwan dan sejarawan meragukan keberadaannya karena minimnya bukti fisik serta kesaksian yang bertentangan. Sebuah wawancara dengan orang Biaka mencatat bahwa mereka mengenalinya sebagai badak pada gambar buku panduan satwa.
In several Bantu mythologies the mokele-mbembe is known as a mythical water-dwelling cryptid of the Congo River Basin. The second article says the name means "something that holds back the flow of rivers" in Lingala. Accounts differ on its nature: some treat it as a reptile, others as a spirit, and still others as a surviving sauropod. In folk tradition it is known as a plant-eater as large as an elephant or hippopotamus, living in the river and the swamps around it. Some legends mention a long neck, a tail and a small head in grey-brown colour. The people of the village of Boha regard it more as an incorporeal being than as a living animal. The first written report named in the first article comes from German Captain Ludwig Freiherr von Stein zu Lausnitz, who in 1913 was ordered to survey German colonies in what is now Cameroon. According to the quoted report, the animal is about the size of an elephant or at least a hippopotamus, lives in river-bank caves at sharp bends, feeds on plants, and attacks canoes that come near. Most mainstream experts believe the stories were probably inspired by the black rhinoceros, and most scientists and historians doubt its existence because of the lack of physical evidence and conflicting witnesses. An interview with the Biaka people recorded that they identified it as a rhinoceros in an illustrated wildlife manual.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Tradisi Bantu (kelompok)
- Kawasan / Region
- Afrika
- Klasifikasi / Classification
- Cryptid
- Habitat
- Water