Hatsadiling

หัสดีลิงค์

Hatsadiling
Ilustrasi editorial · interpretasi artistik AI

Ringkasan

Hatsadiling adalah burung mitos yang umum muncul dalam seni Thailand utara, digambarkan sebesar rumah dengan kepala dan badan singa, belalai gajah, dan sayap burung, serta berkekuatan lima gajah.

Hatsadiling is a mythical bird commonly found in Northern Thai art, described as house-sized with a lion's head and body, an elephant's trunk and a bird's wings, and the strength of five elephants.

Kisah dan tradisi

Hatsadiling adalah burung mitos yang umum muncul dalam seni Thailand utara. Rupanya dianggap sebesar rumah, dengan kepala dan badan singa, belalai dan gading gajah, jengger ayam, serta sayap burung. Dalam bahasa Thai ia juga disebut nok hatsading, nok hatsadi, dan nok hat. Menurut tuturan lisan di timur laut Thailand, burung ini pernah mendiami hutan legendaris Himavanta. Buddhaghosa menyebutnya sebagai hewan berkekuatan lima gajah. Sebuah makalah akademik menyebut Hatsadiling muncul dalam Tipitaka dan banyak Atthakatha (komentar), termasuk karya sastra Buddhis Tom-nan Mun Sasana; burung ini dikatakan berasal dari Benua Uttarakuru dan, menurut teks Buddhis, membawa pergi orang karena mengira mereka mangsa, tanpa niat mencelakai. Burung ini dianggap berperan penting dalam pendirian Hariphunchai, kerajaan Mon di Thailand masa kini, dan muncul dalam Cāmadevivaṃsa, kronik berbahasa Pali tentang pendirian kerajaan itu oleh Ratu Camadevi. Motifnya sering dipakai pada kereta jenazah biksu terkemuka dalam upacara kremasi di Thailand utara, dan juga oleh orang Marma. Makalah akademik itu menyebut konsep ini memengaruhi lukisan dan patung Istana Burung Hatsadiling di krematorium.

Hatsadiling is a mythical bird commonly found in Northern Thai art. Tradition pictures it as big as a house, with a lion's head and body, an elephant's trunk and tusks, a rooster's comb and a bird's wings. In Thai it is also known as nok hatsading, nok hatsadi and nok hat. An oral myth from northeastern Thailand places the bird in the legendary Himavanta forest, where it once lived. Buddhaghosa describes it as an animal with the strength of five elephants. An academic paper says Hatsadiling appears in the Tipitaka and many Atthakathas (Commentaries), including the Buddhist literature Tom-nan Mun Sasana; the bird is said to have originated on the Uttarakuru Continent and, according to Buddhist texts, carried people off because it thought they were prey, with no intention of harm. The bird is regarded as having helped bring about the founding of Hariphunchai, a Mon kingdom in what is now Thailand, and it appears in the Cāmadevivaṃsa, a Pali chronicle about Queen Camadevi founding that kingdom. Its motif is often used on funerary hearses of prominent Buddhist monks in cremation ceremonies in Northern Thailand, and also by the Marma people. The academic paper says these ideas influenced paintings and sculptures of the Hatsadiling Bird Castle at crematoriums.

Konteks budaya

Motif Hatsadiling dipakai pada kereta jenazah biksu terkemuka di Thailand utara dan oleh orang Marma sebagai motif utama kereta jenazah.

The Hatsadiling shape decorates the funeral hearses of eminent Buddhist monks in Northern Thailand, and the Marma people likewise take it as a main motif for such hearses.

Fakta utama

Budaya / Culture
Tradisi Thailand
Kawasan / Region
Asia Tenggara
Klasifikasi / Classification
Bird
Habitat
Forest
Kemampuan / Abilities
Kekuatan setara lima gajah

Nama lain / Alternate names

nok hatsading, นกหัสดิน, nok hatsadi, นกหัสดี, nok hat

Makhluk terkait / Related beings

Lanjutkan