Buto Ijo

Buto Ijo
Ilustrasi editorial · interpretasi artistik AI

Ringkasan

Buto Ijo adalah raksasa hijau dalam dongeng Jawa Timun Mas, yang memberi biji mentimun ajaib dengan syarat anak yang lahir darinya diserahkan untuk dimakan, lalu tewas tenggelam saat mengejarnya.

Buto Ijo is the green giant of the Javanese folktale Timun Mas, who gives a magic cucumber seed on condition that the child born of it be handed over to be eaten, and drowns while chasing her.

Kisah dan tradisi

Buto Ijo, atau Buta Ijo yang dalam bahasa Jawa berarti raksasa hijau, adalah tokoh jahat dalam dongeng Jawa Timun Mas. Ia diceritakan bertubuh tinggi, besar, dan hijau, dengan kekuatan yang sangat besar, dan ingin menangkap serta memakan sang gadis. Kisahnya berawal dari sebuah perjanjian. Dalam satu versi, Buta Ijo menyuruh seorang janda, Mbok Srini, menanam biji mentimun agar mendapat anak; dalam versi lain ia memberi biji ajaib kepada sepasang petani tua. Syaratnya sama: anak yang lahir dari mentimun emas itu harus diserahkan kepadanya untuk dimakan, menurut satu versi saat berusia 17 tahun. Ketika ia datang menagih dan mengejar Timun Mas, raksasa yang murka itu menghancurkan gubuk Mbok Srini. Bekal-bekal yang dilemparkan sang gadis berubah menjadi sulur mentimun yang mengikatnya, hutan bambu tajam yang melukainya, dan lautan yang ia seberangi dengan berenang. Akhirnya terasi berubah menjadi lautan lumpur mendidih, atau dalam versi lain bara api, dan Buto Ijo tenggelam di dalamnya. Cerita ini dibaca sebagai peringatan tentang bahaya berjanji dengan makhluk jahat atau mengambil jalan pintas. Dalam iklan Marjan, Buto Ijo justru diberi akhir bahagia dengan merayakan Lebaran bersama keluarga Timun Mas.

Buto Ijo, or Buta Ijo, Javanese for green giant, is the villain of the Javanese folktale Timun Mas. He is told as tall, big and green, with tremendous strength, and he wants to catch and eat the girl. The story begins with a pact. In one version Buta Ijo tells a widow, Mbok Srini, to plant a cucumber seed to have a child; in another he gives a magic seed to an elderly farming couple. The condition is the same: the child born of the golden cucumber must be handed over for him to eat, at 17 in one version. When he comes to collect and chases Timun Mas, the furious giant destroys Mbok Srini's shack. The things the girl throws become a cucumber vine that binds him, a sharp bamboo forest that wounds him and a sea he swims across. At last the terasi becomes a sea of boiling mud, or embers in another version, and Buto Ijo drowns in it. The tale is read as a warning against making promises to evil beings or taking shortcuts. A Marjan advertisement instead gives Buto Ijo a happy ending, celebrating Lebaran with Timun Mas's family.

Konteks budaya

Kisah Buto Ijo dibaca sebagai peringatan tentang bahaya membuat janji dengan makhluk jahat atau mengambil jalan pintas untuk mencapai keinginan.

The Buto Ijo story is read as a warning about making promises to evil beings or taking shortcuts to one's wishes.

Fakta utama

Budaya / Culture
Folklor Indonesia
Kawasan / Region
Asia Tenggara
Klasifikasi / Classification
Giant
Kemampuan / Abilities
Kekuatan besar

Nama lain / Alternate names

Buta Ijo

Tahukah kamu? / Did you know?

Dalam sebuah iklan Marjan, Buto Ijo tidak tenggelam, melainkan merayakan Lebaran bersama keluarga Timun Mas.

In a Marjan advertisement Buto Ijo does not drown but celebrates Lebaran with Timun Mas's family.

Makhluk terkait / Related beings

Lanjutkan