Jenglot

Jenglot
Ilustrasi editorial · interpretasi artistik AI

Ringkasan

Jenglot adalah makhluk kecil dalam budaya dan mitologi Indonesia berupa boneka mirip manusia cacat, dipercaya memberi perlindungan atau keberuntungan bila diisi ilmu hitam, tetapi banyak spesimennya terbukti rekayasa.

The jenglot is a small creature of Indonesian culture and mythology, a deformed humanlike doll believed to give protection or luck when imbued with black magic, though many specimens have proved to be fabrications.

Kisah dan tradisi

Jenglot adalah makhluk kecil dalam budaya dan mitologi Indonesia yang tampak seperti boneka manusia cacat sepanjang hingga 12 sentimeter, berambut panjang dan berkuku panjang. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia ukurannya sekitar 10-20 cm, berkulit gelap seperti mumi, berwajah seperti tengkorak dan bertaring mencuat. Boneka itu sendiri tidak berbuat apa-apa, tetapi bila diisi ilmu hitam dikatakan melindungi pemiliknya, membalas dendam kepada musuh, atau menjadi jimat keberuntungan. Jenglot dapat dijual seharga ribuan ringgit atau jutaan rupiah. Menurut cerita rakyat, jenglot dulunya manusia. Para pemeliharanya memberinya darah kambing atau darah manusia yang diletakkan di dekatnya, dan jenglot dikatakan tidak meminum darah itu secara langsung. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, sebagian masyarakat percaya jenglot memiliki kekuatan mistis dan tidak selalu memakan darah manusia, dan sebagian lain percaya ia jelmaan manusia atau siluman. Di Indonesia beberapa kali diadakan pameran jenglot, sebagian besar spesimennya disebut ditemukan di Jawa dan Sumatra dan menjadi koleksi pribadi, dan jenglot juga dipamerkan di Museum Sultan Alam Shah, Shah Alam. Jenglot dilaporkan ditemukan di Jawa, Kalimantan, dan Bali, dan pada 27 Februari 2021 sebuah jenglot dilaporkan ditemukan di makam keramat di Kudus. Banyak jenglot terbukti palsu, berupa rangkaian taksidermi monyet dan ikan, meskipun tidak semua spesimen diperiksa. Sebagian orang menyebutnya hanya mainan buatan manusia, dan ada kesimpulan bahwa ia dibuat dari mumifikasi beberapa spesies. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, tim forensik di Jakarta mendefinisikan jenglot sebagai bukan makhluk hidup dan foto sinar Rontgen tidak menemukan unsur tulang. Pada 2008, ilmuwan di Malaysia memeriksa rambut dan DNA jenglot yang dibawa dari Irian Jaya ke Kuala Lumpur oleh seorang pengusaha dan dipamerkan di sebuah museum. Karena otot sangat kering, mereka memakai rambut; semua sampel berciri manusia, hasil analisis DNA menunjuk kemungkinan satu orang yang sama, sebagian rambut tampak ditanam terbalik, dan satu sampel tampak diwarnai. Para peneliti menyimpulkan rambut itu kecil kemungkinan berasal dari spesies hewan.

The jenglot is a small creature of Indonesian culture and mythology that looks like a deformed human doll up to 12 centimetres long, with long hair and long nails. According to Wikipedia it is about 10-20 cm, with dark mummy-like skin, a skull-like face and protruding fangs. The doll does nothing by itself, but when imbued with black magic it is said to protect its master, take revenge on an enemy or work as a good-luck charm. A jenglot can fetch thousands of ringgit or millions of rupiah when sold. Folklore says jenglots were once human beings. Their keepers feed them goat blood or human blood placed nearby, and the jenglot is said not to drink the blood directly. According to Wikipedia, some people believe the jenglot has mystical power and does not always consume human blood, and others believe it is the incarnation of a human or a siluman. Several jenglot exhibitions have been held in Indonesia, most specimens are said to be found on Java and Sumatra and held as private collections, and jenglots were also shown at the Sultan Alam Shah Museum in Shah Alam. Jenglots have been reported in Java, Kalimantan and Bali, and on 27 February 2021 one was reported found at a sacred grave in Kudus. Many proved to be hoaxes made from taxidermied monkeys and fish, although not all specimens were examined. Some call them merely man-made toys, and there is a conclusion that they are made by mummifying several species. According to Wikipedia, a forensic team in Jakarta defined the jenglot as not a living creature and X-ray photos found no bone. In 2008, scientists in Malaysia examined hair and DNA from jenglots brought from Irian Jaya to Kuala Lumpur by a businessman and exhibited in a museum. Because the muscle was very dry they used hair; all samples had human characteristics, the DNA analysis pointed to likely one and the same person, some hairs appeared implanted upside down and one sample appeared dyed. The researchers concluded the hair was unlikely to come from an animal species.

Fakta utama

Budaya / Culture
Folklor Indonesia
Kawasan / Region
Asia Tenggara
Negara / Country
Indonesia
Klasifikasi / Classification
Humanoid
Kemampuan / Abilities
Perlindungan, balas dendam, dan keberuntungan, Kekuatan mistis

Tahukah kamu? / Did you know?

Pada pemeriksaan rambut di Malaysia, sebagian rambut jenglot tampak ditanam terbalik di kepalanya.

In the hair examination in Malaysia, some of the jenglots' hairs appeared to have been implanted upside down on their heads.

Makhluk terkait / Related beings

Lanjutkan