Huri Kamuy

Ringkasan
Kisah Ainu menggambarkan Huri sebagai burung sangat besar.
Ainu stories describe Huri as an enormous bird.
Kisah dan tradisi
Kisah Ainu menggambarkan Huri sebagai burung sangat besar. Namanya mengarah pada burung merah, dan sebagian kisah menggambarkan sayap sangat besar. Satu asal-usul menyebut leluhurnya yang tinggal di gua mendatangkan badai angin merusak. Sebagian kisah daerah menggambarkan burung tidak berbahaya yang memburu hewan besar dan paus. Kisah daerah lainnya menggambarkannya sebagai pembunuh yang perlu dibasmi. Tradisi Abashiri memakai dua pedang ipetam untuk mengalahkannya. Namanya berbeda menurut daerah, misalnya hureu atau huri kamuy, dan dalam dialek Chikabumi hurin atau hurin tono. Nama tempat Kunnui konon berasal dari bayangannya yang membuat daerah itu gelap berhari-hari, meski nama itu lebih mungkin berasal dari batu atau air yang hitam. Dalam kisah lain, seorang dewi mengusir burung ini dan menyelamatkan dua anak yang ditindihnya.
Ainu stories describe Huri as an enormous bird. Its name suggests a red bird, and some accounts describe an enormous wing. One origin makes its cave-dwelling ancestors bring destructive windstorms. Some regional accounts describe a harmless bird hunting large game and whales. Other regional accounts portray it as a killer requiring extermination. An Abashiri tradition uses two ipetam swords to defeat it. Its name varies by region, for example hureu or huri kamuy, and in the Chikabumi dialect hurin or hurin tono. The place name Kunnui is said to come from its shadow darkening the area for days, though the name more likely comes from black rocks or water. In another tale, a goddess drove the bird away and saved two children it was pinning down.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Tradisi Ainu
- Kawasan / Region
- Asia Timur
- Klasifikasi / Classification
- Bird
Nama lain / Alternate names
Furi, Hureu, Hurin tono