Bajang
باجڠ

Ringkasan
Bajang adalah makhluk halus dalam kepercayaan Melayu, roh jahat yang biasanya berwujud musang dan dipelihara untuk mencelakai musuh, serta dianggap sangat berbahaya bagi anak-anak.
The bajang is a spirit of Malay belief, a malign spirit usually taking the form of a pole-cat, kept to harm enemies and considered very dangerous to children.
Kisah dan tradisi
Dalam kepercayaan Melayu, bajang adalah sejenis makhluk halus dari golongan jin atau setan yang dipelihara untuk mencelakai musuh. Menurut Wikipedia bahasa Melayu ia dipuja dari mayat bayi yang lahir mati, setan jantan yang sering menjelma kucing musang, sering menyerang anak-anak, dan dapat menyebabkan penyakit misterius yang mematikan. Kamus Dewan mendefinisikannya sebagai hantu berkuku panjang yang suka mengganggu perempuan hamil atau kanak-kanak. Pemiliknya menyimpan bajang di dalam tabung buluh yang disumbat daun khusus dan dikunci dengan tangkal, dan hanya mengeluarkannya untuk mengenai musuh. Bajang diberi makan telur dan susu; bila diabaikan, ia dapat menyerang tuannya, dan tuan yang belum menemukan penerima konon sukar mati. Menurut Wikipedia bahasa Melayu tidak ada cara membunuh bajang, dan tuannya yang diketahui biasanya dibunuh atau diusir dari kampung. Walter William Skeat, dalam Malay Magic, mencatat bajang sebagai salah satu dari empat roh kelahiran yang biasanya berwujud musang dan mengganggu rumah tangga dengan mengeong seperti kucing besar. Seorang dukun Melayu pernah mengatakan kepadanya bahwa bajang dapat berwujud jangkrik rumah dan dipelihara oleh laki-laki, tetapi ia menilai keterangan itu tak boleh diterima begitu saja. Anak-anak kadang diberi gelang benang sutra hitam yang disebut gelang bajang untuk melindungi mereka. Sebuah catatan yang dikutip Skeat menggambarkan korban jatuh sakit dengan gejala tak lazim, seperti kejang, pingsan, atau mengigau, lalu muncul dugaan bahwa ia korban bajang dan siapa pemiliknya. Menurut catatan itu, seorang pawang dapat mengikis bejana besi dengan pisau cukur sehingga rambut pelaku rontok, pelaku yang dianggap terbukti dahulu dibunuh, dan di Perak penduduk sebuah kampung pernah menghanyutkan seorang lelaki yang dituduh memelihara bajang bersama keluarganya. Bajang warisan disebut datang dari leluhur, sedangkan bajang yang diperoleh diambil dari jasad bayi lahir mati yang baru dikubur. Di seluruh Semenanjung bajang dikatakan berjenis kelamin laki-laki dan umumnya dipercaya sebagai roh jahat yang menghantui manusia dan pertanda malapetaka; di Perak dan beberapa tempat lain ia dipandang sebagai iblis yang dapat diperbudak menjadi roh peliharaan dan diwariskan dalam keluarga. Menurut Wikipedia bahasa Inggris, dahulu benda logam tajam seperti gunting diletakkan di dekat bayi sebagai perlindungan, dan garis regangan kehamilan setengah bercanda disebut bekas serangan bajang.
In Malay belief, the bajang is a kind of spirit of the jinn or devil class kept in order to harm enemies. According to Wikipedia it is raised from the corpse of a stillborn baby, a male devil that often takes the form of a pole-cat, frequently attacks children and can cause mysterious fatal illness. The Kamus Dewan defines it as a long-nailed ghost that likes to disturb pregnant women or children. Its owner keeps the bajang in a bamboo tube stoppered with a special leaf and locked with a charm, releasing it only to strike at enemies. The bajang is fed eggs and milk; if neglected it may attack its master, and a master who has found no one to take it over is said to find it hard to die. According to Wikipedia there is no way to kill a bajang, and a master who is identified is usually killed or driven out of the village. Walter William Skeat, in Malay Magic, recorded the bajang as one of four birth-spirits that usually takes the form of a pole-cat and disturbs the household by mewing like a great cat. A Malay magician told him the bajang could take the form of a house-cricket and be kept by a man, though he judged that statement should not be accepted without reserve. Children are sometimes given an armlet of black silk threads called a bajang bracelet to protect them. An account quoted by Skeat describes a victim falling ill with unusual symptoms such as convulsions, unconsciousness or delirium, after which the suspicion arises that the victim is under a bajang and who the owner is. In that account, a pawang can scrape an iron vessel with a razor so that the culprit's hair falls off, culprits whose guilt was held to be established were formerly killed, and in Perak the people of a village once sent a man accused of keeping a bajang down the river with his family. A hereditary bajang is said to come from ancestors, while an acquired one is taken from the newly buried body of a stillborn child. Across the Peninsula the bajang is said to be male and is usually believed to be a malignant spirit that haunts mankind and foretells disaster; in Perak and some other parts it is regarded as a demon that can be enslaved as a familiar spirit and handed down in families. According to Wikipedia, sharp metal objects such as scissors were formerly placed near babies as protection, and the striations of pregnancy are somewhat jokingly said to be scars left by a bajang's attack.
Konteks budaya
Dalam catatan yang dikutip Skeat, tuduhan memelihara bajang dapat berujung pada hukuman berat atau pengusiran terhadap tertuduh, dan bajang dipandang sebagai penyebab penyakit tak terjelaskan.
In the account quoted by Skeat, an accusation of keeping a bajang could lead to severe punishment or expulsion of the accused, and the bajang was seen as the cause of unexplained illness.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Tradisi Malaysia
- Kawasan / Region
- Asia Tenggara
- Negara / Country
- Malaysia
- Era
- The oldest account opened is Skeat's book; the Perak case is said to have happened less than ten years before the quoted account was written.
- Klasifikasi / Classification
- Spirit
- Habitat
- Dwelling
- Kemampuan / Abilities
- Menjelma hewan, Merasuki dan memangsa korban, Mendatangkan penyakit
Nama lain / Alternate names
باجڠ
Tahukah kamu? / Did you know?
Tanda regangan di kulit akibat kehamilan pun konon, sambil bercanda, dianggap bekas cakaran bajang.
Stretch marks left on the skin by pregnancy are, half in jest, said to be marks from a bajang's attack.
Makhluk terkait / Related beings
- Naga Seri Gumum
- Orang Minyak (Orang Minyak (Oily Man))
- Penanggalan
- Seri Pahang
- Toyol (Toyol (Tuyul))