Toyol Toyol (Tuyul)

Ringkasan
Toyol atau tuyul adalah arwah bayi dalam cerita rakyat Melayu dan Indonesia yang dipanggil dukun dengan ilmu hitam, terutama untuk mencuri harta orang lain demi tuannya.
The toyol or tuyul is an undead infant of Malay and Indonesian folklore, invoked by shamans through black magic, chiefly to steal others’ wealth for its master.
Kisah dan tradisi
Toyol atau tuyul adalah bayi mayat hidup dalam cerita rakyat Indonesia dan Melayu, yang juga dikenal dalam mitologi Asia Tenggara lain. Ia biasanya dipanggil sebagai pembantu oleh dukun, pawang, atau bomoh dengan ilmu hitam, terutama untuk mencuri harta orang. Toyol dikenal luas membawa untung bagi tuannya, tetapi kemalangan bagi orang yang sial bertemu dengannya. Namanya berbeda di tiap daerah: toyol dalam bahasa Melayu, tuyul dalam bahasa Indonesia, thuyul dalam bahasa Jawa, dan kecit dalam bahasa Sunda; di Thailand, yang laki-laki disebut kuman-thong dan yang perempuan kuman-lay. Secara tradisional ia digambarkan seperti balita yang hampir telanjang; tuyul Indonesia ditambah kulit hijau dan telinga runcing, dan dapat memanjat dinding serta atap. Satu makalah menyebut toyol dipelihara tuannya dalam botol atau, dalam penuturan lain, disembunyikan dalam guci di rumah, dan bergerak begitu cepat sehingga tidak dapat ditangkap. Menurut makalah itu, toyol dapat dibeli dari orang yang mempraktikkan ilmu hitam seperti dukun, dan pembelinya perlu menjinakkannya. Sifatnya dikatakan seperti anak kecil yang suka bermain, menyukai permen, mainan, dan pakaian, dan konon hanya mencuri separuh barang berharga seseorang. Ukuran kecil dan tingkah kekanak-kanakannya dikatakan membuatnya tidak berbahaya, tetapi ia melakukan perbuatan jahil lain bila diperintah. Menurut satu makalah, tuannya harus memberinya makan darah dari jari kakinya setiap malam dan memberinya susu tiap pagi, dan ia hanya menuruti tuannya. Tanpa tuan, toyol dikatakan hidup bebas di hutan, dan menurut makalah yang sama ia tidak memangsa orang seperti tiyanak. Kepercayaan pada toyol punya fungsi sosial, antara lain sebagai alat pendisiplinan, penjaga hierarki sosial, dan pengusir orang luar, dan orang kaya atau sukses kerap dituduh memelihara toyol. Satu makalah tentang ritual pesugihan Jawa menyebut cerita tentang memiliki tuyul sebagai penilaian moral yang pedas terhadap tatanan ekonomi yang menindas orang miskin. Makalah lain menyebut kekayaan seketika dapat diperoleh lewat ritual dukun dengan imbalan darah yang diberikan anggota keluarga perempuan lewat menyusui, dan menafsirkan kepercayaan pada roh anak sebagai berakar pada keyakinan bahwa semua makhluk, termasuk bayi, punya jiwa; roh-roh itu digambarkan bernasib buruk hingga mati sebelum lahir. Kepercayaan ini masih hidup: pada 2006 seorang nelayan di Kuala Pahang, Malaysia, melaporkan menemukan toyol dalam botol yang kemudian diserahkan ke museum negeri, dan pada 2019 warga Mengwi, Bali, menyalahkan tuyul atas hilangnya uang seorang warga.
The toyol or tuyul is an undead infant of Indonesian and Malay folklore, also found in other Southeast Asian mythologies. It is usually invoked as a helper by shamans (dukun, pawang or bomoh) through black magic, chiefly to rob people of their wealth. The toyol is popularly known to bring good luck to its master but mishap to those unfortunate enough to meet it. Its name varies by region: toyol in Malay, tuyul in Indonesian, thuyul in Javanese and kecit in Sundanese; in Thailand the male is kuman-thong and the female kuman-lay. It is traditionally pictured as a near-naked toddler; the Indonesian tuyul adds green skin and pointed ears, and can scale walls and roofs. One paper says the toyol is kept by its master in a bottle or, in other accounts, hidden in a jar in the house, and moves so fast that people cannot catch it. According to that paper, a toyol can be bought from practitioners of black magic such as the dukun, and its buyer needs to tame it. It is said to behave like a playful child that loves sweets, toys and clothes, and supposedly steals only half of a person’s valuables. Its small size and childish tendencies are said to make it harmless, yet it carries out other mischievous acts when commanded. According to one paper, its master must feed it blood from his toes every night and milk each morning, and it only obeys its master. Without a master the toyol is said to live freely in the woods, and according to the same paper it does not devour people as the tiyanak does. Belief in the toyol has social functions, including discipline, maintaining social hierarchy and warding off outsiders, and wealthy or successful people are often accused of keeping one. One paper on a Javanese wealth ritual describes tales of owning a tuyul as a damning moral judgment about an economic order that weighs crushingly on the poor. Another paper says instant riches can be had through a dukun’s rituals in exchange for blood a female family member gives through breastfeeding, and interprets belief in child spirits as rooted in the belief that all beings, babies included, have a soul; these spirits are described as having met a bad fate, dying before birth. The belief lives on: in 2006 a fisherman at Kuala Pahang, Malaysia, reported finding a bottled toyol that was handed to the state museum, and in 2019 residents of Mengwi, Bali, blamed a tuyul for a neighbour’s missing money.
Konteks budaya
Tuduhan memelihara toyol terhadap orang kaya atau pejabat dianggap sebagai cara menjelaskan ketimpangan sebagai hal di luar kendali, atau sekadar ungkapan rasa iri; satu makalah juga membacanya sebagai penilaian moral terhadap tatanan ekonomi yang menindas orang miskin.
Accusing the rich or officials of keeping a toyol is seen as a way to explain inequality as beyond one’s control, or simply to voice resentment; one paper also reads it as a moral judgment on an economic order that weighs on the poor.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Tradisi Malaysia
- Kawasan / Region
- Asia Tenggara
- Negara / Country
- Malaysia, Indonesia
- Klasifikasi / Classification
- Undead
- Habitat
- Dwelling
- Kemampuan / Abilities
- Mencuri harta, Memanjat dinding dan atap
Nama lain / Alternate names
Tuyul, Thuyul, Kecit, Kuman Thong
Tahukah kamu? / Did you know?
Menurut satu makalah, toyol bisa dialihkan dengan mainan, dan takut melihat bayangannya sendiri sehingga cermin dapat mengusirnya.
According to one paper, a toyol can be distracted with toys, and it fears seeing its own reflection, so mirrors can scare it away.
Makhluk terkait / Related beings
- Tiyanak
- Zashiki-warashi
- Bajang
- Naga Seri Gumum
- Orang Minyak (Orang Minyak (Oily Man))
- Penanggalan
- Seri Pahang