Orang Mawas

Ringkasan
Orang Mawas adalah kriptid dalam cerita rakyat Melayu yang konon menghuni hutan Johor dan Singapura, digambarkan tinggi 2,4–3 meter, berjalan dengan dua kaki, dan berbulu hitam.
The Orang Mawas is a cryptid of Malay folklore said to inhabit the jungles of Johor and Singapore, described as 2.4–3 m tall, bipedal and covered in black fur.
Kisah dan tradisi
Dalam cerita rakyat Melayu, Orang Mawas atau Mawas, yang juga disebut Orang Dalam, adalah kriptid yang dilaporkan menghuni hutan Johor, Malaysia, dan Singapura. Ia digambarkan setinggi sekitar 2,4–3 meter, berjalan dengan dua kaki, berbulu hitam, dan dilaporkan memakan ikan serta menjarah kebun buah. Orang Asli setempat menyebutnya hantu jarang gigi, yang berarti hantu bergigi jarang. Klaim penampakan mawas yang tercatat sudah ada sejak 1871. Sebagian orang menduga makhluk ini Gigantopithecus yang masih hidup atau ingatan rakyat tentang hewan itu, sedangkan kalangan ilmiah cenderung menganggap penampakan itu sebagai beruang madu yang salah dikenali. Sebuah buku folklor Melayu mencatat tradisi tentang kera besar mirip manusia bernama Mawas, yang konon membuat tempat berlindung di cabang pohon, dilahirkan dengan bilah parang di lengan bawah, dan dipercaya kadang menculik serta kawin dengan manusia; penulisnya menganggapnya ingatan akan orang utan atau mias dari Kalimantan. Kamus Dewan mendefinisikan mawas sebagai monyet besar termasuk orang hutan dan cimpanzi, dan di Sumatra kata mawas atau maias adalah nama umum orang utan. Pada awal 2006 laporan berita menyebut "demam Bigfoot" memenuhi judul surat kabar Malaysia, dengan penampakan makhluk berbulu mirip gorila di hutan Johor, dan Malaysia berencana mengirim dua tim ilmuwan. Seorang narasumber bernama Chow mengatakan penduduk asli telah melihatnya selama beberapa generasi dan legenda mereka menyebutnya hantu bergigi jarang. Penyelidik paranormal kemudian menjelajah Taman Nasional Endau-Rompin dan menemukan jejak yang menurut mereka menunjukkan tinggi tiga setengah meter; pemerintah Johor membentuk komite ilmuwan resmi dan mengimbau warga menganggap makhluk itu bagian dari warisan negara bagian.
In Malay folklore, the Orang Mawas or Mawas, also called the Orang Dalam, is a cryptid reported to inhabit the jungles of Johor, Malaysia, and Singapore. It is described as about 2.4–3 m tall, bipedal and covered in black fur, and has been reported eating fish and raiding orchards. The local Orang Asli call it hantu jarang gigi, meaning snaggle-toothed ghost. Claims of sightings have been on record since 1871. Some speculate it may be a surviving Gigantopithecus or a folk memory of one, while scientists generally write the sightings off as sun bears mistaken for something else. A Malay folklore book records a tradition of a great man-like ape called the Mawas, said to make shelters in the forks of trees, to be born with a woodknife blade in place of the forearm bone, and believed occasionally to carry off and mate with humans; its author takes it to be a reminiscence of the orang-outang or mias of Borneo. Kamus Dewan defines mawas as a large monkey including the orangutan and chimpanzee, and in Sumatra the word mawas or maias is a common name for the orangutan. In early 2006 news reports said "Bigfoot" fever dominated Malaysian newspaper headlines, with sightings of a hairy gorilla-like creature in Johor forests, and Malaysia planned to send two teams of scientists. Chow, quoted in a news report, said forest natives have known of it across generations and name it the snaggle-toothed ghost in their legends. Paranormal investigators later searched Endau-Rompin National Park and found a footprint they say indicates a height of three and a half metres; the Johor government formed an official committee of scientists and urged people to regard the creatures as part of the state's heritage.
Konteks budaya
Pemerintah negara bagian Johor membentuk komite ilmuwan resmi dan mengimbau warga menganggap makhluk ini sebagai bagian dari warisan negara bagian.
The Johor state government formed an official scientific committee and urged people to regard these creatures as part of the state's heritage.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Tradisi Malaysia
- Kawasan / Region
- Asia Tenggara
- Negara / Country
- Malaysia, Singapore
- Era
- Sighting claims recorded since 1871; the Johor "Bigfoot" hunt was widely reported in 2006.
- Klasifikasi / Classification
- Cryptid
- Habitat
- Forest
- Kemampuan / Abilities
- Parang di lengan bawah
Nama lain / Alternate names
Mawas, Orang Dalam, Hantu Jarang Gigi
Tahukah kamu? / Did you know?
Di Sumatra, kata mawas atau maias adalah nama umum untuk orang utan.
In Sumatra, mawas (or maias) is a common name for the orangutan.
Makhluk terkait / Related beings
- Bajang
- Naga Seri Gumum
- Orang Minyak (Orang Minyak (Oily Man))
- Penanggalan
- Seri Pahang
- Toyol (Toyol (Tuyul))