Orang Minyak Orang Minyak (Oily Man)

Orang Minyak (Oily Man)
Ilustrasi editorial · interpretasi artistik AI

Ringkasan

Orang Minyak adalah makhluk dalam kepercayaan hantu Melayu yang berlumur minyak hitam mengilap dan menculik perempuan muda pada malam hari; legendanya pertama tercatat di Singapura pada 1957.

The Orang Minyak is a being of Malay ghost belief coated in shiny black grease who abducts young women at night; the legend was first recorded in Singapore in 1957.

Kisah dan tradisi

Dalam kepercayaan hantu Melayu, Orang Minyak, yang berarti orang berminyak, adalah makhluk gaib berlumur minyak hitam mengilap yang menculik perempuan muda pada malam hari. Legendanya pertama kali disebut dalam laporan surat kabar Singapura Berita Harian bertanggal 12 Oktober 1957. Makhluk ini konon dapat memanjat dinding dan menangkap korban sambil lolos dari tangkapan berkat lapisan licinnya. Lapisan itu mula-mula disebut minyak rambut, lalu minyak kelapa dan jelaga, sedangkan film-film menggambarkannya berlumur minyak mentah. Ia digambarkan kadang telanjang, kadang bercelana renang hitam. Banyak cerita menyebutnya pemerkosa yang hanya menyasar perawan, dan sejak 1950-an ia disalahkan atas kasus perkosaan; mahasiswi Melayu yang percaya takhayul mencoba menangkalnya dengan pakaian berkeringat. Sumber berbeda pendapat tentang hakikatnya: ia disebut makhluk gaib, tetapi sebagian versi menyebutnya manusia penyihir jahat, dan dalam versi lain ia dikendalikan dukun jahat. Dalam versi yang dipopulerkan film Sumpah Orang Minyak (1958) karya P. Ramlee, ia adalah laki-laki yang dikutuk saat mencoba merebut kembali kekasihnya dengan ilmu gaib, dan iblis menawarinya kekuatan ilmu hitam dengan syarat tertentu. Orang Minyak, Serangan Orang Minyak, dan Sumpah Orang Minyak dirilis pada 1958. Surat kabar Malaysia sesekali memberitakan penampakan Orang Minyak; pada 2012 warga Kampung Laksamana di Gombak, Selangor, mengaku melihat dan mendengarnya, dan beberapa tahun sebelumnya surat kabar setempat memuat laporan tentang pemerkosa bersenjata pisau yang berlumur minyak, yang tampaknya meniru Orang Minyak. Penulis sains Benjamin Radford menilai kemampuan makhluk ini tidak masuk akal, karena tangan dan kaki yang berminyak justru menyulitkan memanjat atau menangkap orang. Makhluk ini disebut sesekali terlihat selama puluhan tahun tetapi tidak pernah tertangkap, dan warga di beberapa tempat tidak percaya polisi akan melindungi mereka sehingga berpatroli sendiri dengan parang.

In Malay ghost belief, the Orang Minyak, meaning oily man, is a supernatural being coated in shiny black grease who abducts young women at night. The legend is first mentioned in a report in the Singapore newspaper Berita Harian dated 12 October 1957. It is said to climb walls and seize victims while escaping capture thanks to its slippery coating. The coating was first described as hair oil, later coconut oil and soot, while films show it covered in crude oil. It has been described as sometimes naked and sometimes wearing black swimming trunks. Many stories describe it as a rapist targeting only virgins, and from the 1950s it was blamed for rapes; superstitious Malay female students tried to ward it off with sweaty clothing. Sources differ on its nature: it is called a supernatural creature, but some versions hold it to be an evil human warlock, and in another it is controlled by an evil shaman. In the version popularized by P. Ramlee’s film Sumpah Orang Minyak (1958), he is a man cursed while trying to win back his love with magic, and the devil offered him powers of the black arts on certain conditions. Orang Minyak, Serangan Orang Minyak and Sumpah Orang Minyak were released in 1958. Malaysian newspapers occasionally report sightings; in 2012 residents of Kampung Laksamana in Gombak, Selangor, claimed to have seen and heard it, and several years earlier local newspapers carried reports of a knife-wielding rapist covered in oil, ostensibly imitating the Orang Minyak. Science writer Benjamin Radford judged its abilities implausible, since greasy hands and feet would make climbing or grabbing anyone harder. The creature is said to have been sighted occasionally for decades but never captured, and villagers who distrust the police have taken to patrolling with machetes.

Konteks budaya

Penulis Singapura Yogesh Tulsi memandang penggambaran Orang Minyak berlumur minyak mentah sebagai lambang cara hidup tradisional yang dirusak modernitas perminyakan.

Singaporean writer Yogesh Tulsi reads the crude-oil-covered Orang Minyak as a symbol of traditional life ruined by petro-modernity.

Fakta utama

Budaya / Culture
Tradisi Malaysia
Kawasan / Region
Asia Tenggara
Negara / Country
Malaysia, Singapore
Era
First mentioned in a Berita Harian newspaper report, Singapore, 12 October 1957.
Klasifikasi / Classification
Humanoid
Habitat
Dwelling
Kemampuan / Abilities
Tubuh licin, Memanjat bangunan, Kekuatan ilmu hitam (versi film)

Nama lain / Alternate names

Oily Man

Tahukah kamu? / Did you know?

Pada 1950-an, sebagian mahasiswi Melayu memakai pakaian berkeringat agar tampak seperti baru bersama laki-laki, untuk menangkal Orang Minyak.

In the 1950s some Malay female students wore sweaty clothing to look as if they had just been with a man, to ward off the Orang Minyak.

Makhluk terkait / Related beings

Lanjutkan